Pencarian Diri
Karya : masriah
Hingga sampai saat ini hati ini belum bisa mengenali diri ini ,,
Berjalan , melangkah mengikuti arus , berlari mencoba menghilangkan
kejenuhan. Namun ternyata semua itu tak memperbaiki keadaan. Mengapa aku harus
lari dari kenyataan, apa karena aku takut ataukah karena kuterlalu mengutamakan
egoku,,,???
Tak pernah terbesit dalam hati ini untuk lari, namun tak kuasa ku
menahannya, semakin lama semakin sakit, penat hati ini merasakan perdebatan
antara hati, pikiran dan nafsu.
Ya Robbi,,,,, engkau yang tahu akan semua rahasia ini, engkau yang
mengatur semua takdir kita, namun bolehkah hambaMu ini memohon kemudahan dan
keberuntunga serta kebaikan dunia akhirat???
Jalalu Al-Din Al-Rumi : Kerendahan hati
KERENDAHAN HATI
ADALAH GURU PARA GURU
Kerendahan-hatian
bisa melampaui segala pendakian
tahap demi
tahap!
ia adalah
pintu yang tak terkunci
karena
semua telah diserahkan kepadanya!
adalah
kotor, dia yang memeperturutkan kedirian
dan
sucilah ia yang mengikuti akal.
sedangkan
kerendah-hatian berarti
Hati-hati
pecinta Tuhan
telah
membentuk lingkaran kerendah-hatian
maka
kerendah-hatian adalah guru dari para guru
di mana
semua hati adalah muridnya
(9326-9328)
Sumber:
Jalalu al-Din al-Rumi, Kisah
Keajaiban Cinta, penejemah Anik, Yogyakarta: Kreasi Wacana, hlm. 2
Memahami Makna
Jalal
al-Din al-Rumi
Seperti
bentuk dalam sebuah cermin,
kuikuti
wajah itu.
Tuhan
menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.
Tatkala
Tuhan tertawa, maka aku pun tertawa.
dan
Manakala
Tuhan gelisah,
menjadi
gelisahlah aku
Maka
katakan tentang Dirimu, ya Tuhan.
Agar
segala makna terpahami,
sebab
mutiara-mutiara makna yang telah kurentangkan di atas kalung pembicaraan
adalah
berasal dari Lautan-Mu
(1454-1456)
- Sumber: Jalal al-Din al-Rumi, KIsah Keajaiiban Cinta, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2001, penerjemah Anik, hlm. 15
·
Sadarlah
Akan Diri Sendiri
·
Jalal
al-Din al-Rumi
·
·
·
Duhai
Sana'i!
·
Jika
Kau tak menemukan seorang kawan,
·
maka
jadilah kawan bagi diri sendiri!
·
·
Di
Dunia ini,
·
setiap
orang memiliki kewajiban masing-masing!
·
Penuhilah
kewajibanmu sendiri!
·
·
Setiap
kafilah memiliki barangnya sendiri,
·
letakkanlah
dirimu di dekat barangmu sendiri!
·
·
Orang-orang
menjual keindahan
·
sesaat
dan membeli cinta sesaat
·
itu
hanyalah dua ranjang sungai yang kering.
·
Tinggalkan
ia dan jadilah sungai!
·
·
Keindahan-keindahan
ini terlukis di atas kain
·
yang
menyelubungi segala keindahan hati.
·
Angkat
selubung dan masuklah
·
maka
jadilah kekasih bagi dirimu sendiri!
·
·
jadilah
kekasih bagi dirimu sendiri
·
yang
senantiasa berhusnu dzan, duhai manusia yang baik!
·
lampauilah
dua dunia!
·
dan
Tinggallah di kediaman sendiri!
·
Pergi!
jangan mabuk dengan anggur
·
dan
kecongkakan-kecongkakan itu!
·
Lihatlah
kilauan wajah itu!
·
dan
sadarlah akan Dirimu sendiri!
·
·
Sumber: Jalal al-Din al-Rumi, Kisah Keajaiban Cinta, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2001, hlm 14; penerjemah Anik.
Sumber: Jalal al-Din al-Rumi, Kisah Keajaiban Cinta, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2001, hlm 14; penerjemah Anik.
Tuhan Adalah "Cahaya"
Jalal
al-Din al-Rumi
Kita adalah kegelapan dalam rumah
dan Tuhan adalah Cahaya.
Rumah itu menerima cahaya dari Matahari
yang dalam perjalanannya akan bercampur
dengan bayang-bayang
Maka jika engkau menginginkan cahaya,
bersegeralah keluar dari rumah
dan naiklah ke atas atap
(30842-30843)
- Sumber: Jalal al-Din al-Rumi, Kisah Keajaiban Cinta, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2001, hlm 25; penerjemah Anik.
Tuhan Hadir dalam setiap Gerak
Jalal al-Din al-Rumi
Tuhan berada di mana-mana
Ia hadir dalam setiap gerak
Namun Tuhan tidak dapat ditunjuk
dengan ini dan itu
Sebab wajah-Nya terpantul
dalam keseluruhan ruang
sekalipun pada hakikatnya
Tuhan itu mengatasi ruang
Tuhan berada di mana-mana
Ia hadir dalam setiap gerak
Namun Tuhan tidak dapat ditunjuk
dengan ini dan itu
Sebab wajah-Nya terpantul
dalam keseluruhan ruang
sekalipun pada hakikatnya
Tuhan itu mengatasi ruang
- Sumber: Jalal al-Din al-Rumi, Kisah Keajaiban Cinta, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2001, hlm 26; penerjemah Anik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar